Selasa, 19 Mei 2015

Waspada Tanggap Darurat Ayam Mencret

Tiba-tiba ayam mencret? Kotorannya jadi sangat cair? Sehingga saat ayam mengeluarkan kotoran seakan berbunyi ‘cret’? Pasti sekitar pantat ayam belepotan bekas kotorannya. Pasti ayam akan lesu menunduk sedih. Pasti nafsu makannya turun. Pasti ayam akan semakin kurus. Dan yang paling pasti, peternaknya pasti pusing tujuh keliling.
Ayam mencret bisa diakibatkan oleh beberapa sebab, yaitu:
  • Masuknya bibit penyakit. Keadaan ini juga ditandai dengan perubahan warna kotoran. Misalnya penyakit  ND (New Castle Desease/tetelo) dan malaria menyebabkan ayam mencret dan kotorannya berwarna hijau; penyakit Gumboro dan Pullorum menjadikan ayam mencret  dan kotorannya berwarna putih; dan penyakit Koksidiosis mengakibatkan ayam mencret dan kotorannya berwarna coklat kemerahan. Jika itu terjadi, ayam tampak tak bergairah, ngorok/cekrek, dan kematian tinggi (terutama penyakit yang disebabkan virus seperti ND dan Gumboro).
  • Heat stress (stres panas) yang mendorong  ayam minum lebih banyak dan lebih sering dibandingkan makan. Lingkungan kurang tenang, pekerja yang kurang hati-hati bisa menyebabkan ayam stres juga. Jadilah ayam mencret.
  • Mutu kandungan pakan juga sangat berpengaruh. Kandungan garam yang terlalu tinggi pada pakan akan merusak keseimbangan elektrolit dalam tubuh ayam. Kandungan protein yang terlalu tinggi mengakibatkan asam urat dalam ginjal ayam terlalu tinggi konsentrasinya. Kedua hal itu merangsang ayam minum air lebih banyak  sehingga terjadilah mencret.
Kotoran Ayam Mencret CoklatAyam memang sangat rawan terhadap perubahan mutu pakan. Perubahan pakan secara mendadak bisa menurunkan gairah makan ayam sehingga menghambat pertumbuhan bobot ayam. Untuk mencegahnya, jumlah dan mutu pakan harus diperhatikan. Jika peternak terpaksa mengganti merk atau jenis pakan, lakukan penggantian bertahap :
Hari ke-1 : pakan merk lama 3 karung dicampur pakan merk baru 1 karung
Hari ke-2 : pakan merk lama 2 karung dicampur pakan merk baru 2 karung
Hari ke-3 : pakan merk lama 1 karung dicampur pakan merk baru 3 karung
Hari ke-4 dan seterusnya : pakan merk baru
Sebelum dan selama perubahan merk pakan berikan multivitamin seperti Zipromax untuk mencegah ayam stres.
Kotoran Ayam Mencret DarahAyam mencret akan menyebabkan sekam menjadi basah. Sekam yang basah akan menimbulkan beberapa masalah bagi ayam, antara lain :
  • Mengeluarkan gas amonia berbau menyengat yang menyebabkan luka pada saluran pernapasan ayam. Ayam mudah terkena penyakit saluran pernapasan seperti CRD, ND, AI dan lain sebagainya
  • Menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit
  • Mengundang serangga penyebar penyakit seperti lalat dan kutu
  • Telapak kaki anak ayam mudah luka dan timbul kemerahan di bagian otot dada akibat amonia yang bersifat panas
Segeralah mengganti sekam basah. Penggantian sekam jangan terlampau sering karena dapat mengganggu pertumbuhan ayam. Jika sekam yang menggumpal sedikit, pilih, pungut dan buang ke luar kandang. Jika sekam yang basah dan menggumpal sudah banyak, lebih baik tindih dengan sekam yang baru di atas sekam yang basah, sebaiknya sebelum itu disemprot dulu dengan cairan penghilang bau amonia Protexol atau larutan Mega Fresh.

Jumat, 15 Mei 2015

Gumboro Gumboro Gumboro Waspada Virus Gumboro

Ayam Sakit GumboroSaat memasuki musim hujan, penyakit yang sering muncul menyerang anak ayam adalah Gumboro (IBD). Penyakit ini sangat menakutkan akibatnya karena ayam-ayam akan menemui ajalnya dalam jumlah yang besar. Ayam-ayam yang mati ditandai dengan pembengkakan kelenjar bursa fabricius, peradangan hati dan ginjal, ayam yang mati jadi cepat membusuk dan lain sebagainya. Suatu kerugian yang tak alang kepalang bagi para peternak. To the point saja, cara mencegah supaya tidak terserang Gumboro :
  1. Lakukan vaksinasi Gumboro Killed, bisa bersamaan dengan ND Killed. Ada beberapa perusahaan importir, produsen dan distributor obat hewan yang memproduksi dan atau menjual vaksin gabungan ND + Gumboro Killed. Aplikasinya melalui suntik di bawah kulit belakang leher (sub cutan). Dosisnya cukup 50% dibanding untuk ayam dewasa, yaitu 0,25 ml/ekor, saat anak ayam berumur hari ke-5;
  2. Ayam Mati Sakit GumboroVaksinasi Gumboro Live pada umur 13 hari. Hanya sekali saja, cukup. Dipilih pada hari ke-13 karena pada umur 10-17 hari maternal antibodi (kekebalan bawaan dari induk) terhadap Gumboro tinggal 50% kekebalannya, yaitu saat yang tepat untuk vaksin Gumboro;
  3. Aplikasinya seyogyanya dicekokkan atau tetes mulut sambil melakukan seleksi anak ayam (kelompokkan ayam dalam Grade A, B dan C). Yang Grade C disendirikan dalam 1 kelompok dan diperlakukan istimewa dari sisi tata kelola dan pakan. Pilih vaksin Gumboro yang klasifikasinya INTERMEDIATE +. Vaksin Gumboro, ibarat sambal ada yang tidak pedas (-), pedas (+) dan ada yang ekstra pedas (++);
  4. Pada hari kedua setelah vaksin Gumboro Live, tubuh ayam akan timbul demam selama 4-5 hari;
  5. Maka, untuk menanggulangi reaksi setelah vaksinasi (post vaccinal reaction), bisa diberi obat anti stress, multivitamin dan penurun panas/demam, selama 5-7 hari. Ada beberapa merk yang beredar (maaf, jangan tanya merk-nya). Atau bisa juga membuat ramuan sendiri obat penurun panas ini. Untuk 1.000 ekor anak ayam terdiri dari multivitamin 50 gram + gula putih 100 gram + parasetamol generik 40 tablet + oralit 2 sachet + Vitacimin 10 tablet. Diblender sampai halus dan rata. Dibagi 3 bagian dan pemberiannya bisa campurkan dalam air minum ayam, sehari 3 kali : pagi, siang dan sore;
  6. Untuk mencegah infeksi sekunder, lakukan semprot desinfektan, luar dan dalam kandang, berturut-turut selama 5 hari.

Minggu, 03 Mei 2015

Chronic Respiratory Desease Pada Ayam Petelur

Pada ayam layer, salah satu tanda atau gejala terkena infeksi penyakit C.R.D (Chronic Respiratory Desease) bisa dilihat pada kerabang/cangkang/kulit telurnya :
1. Egg Shell Color Score, cenderung rendah atau kurang coklat dibanding telur yang bebas C.R.D dengan umur yang sama dalam 1 lokasi atau beda lokasi;
2. Tanda yang khas, di ujung tumpul telur, kasar, seperti pasir menempel (sand egg);
3. Bila kejadiannya 10% atau lebih, maka bisa dipastikan dengan kepastian mendekati 100% bahwa ayamnya kena serangan C.R.D (Mycoplasma galisepticum = MG), sekali pun tanpa tes laboratorium, semua peternak layer bisa tahu. Mudah.
TINDAKANNYA :
1. Ayamnya mesti diobati dengan antibiotika yang bisa menanggulangi kuman MG. Bisa pakai antibiotika golongan makrolida (Spiramisin, Eritromisin, Tilosin, Tilmikosin) atau golongan Tetrasiklin (Oksitetrasiklin, Doksisiklin) atau golongan Quinolon (Enrofloksasin, Siprofloksasin, Danofloksasin). Bisa lewat air minum dan/atau lewat pakan. Atau disuntik kemudian dilanjut lewat pakan atau lewat air minum;
2. Hilangkan atau tekan kadar amonia di dalam kandang. Caranya, kotoran yang basah dikeringkan atau dibuang. Karena kadar amonia yang tinggi akan mengiritasi sel-sel epitel mukosa saluran pernapasan atas sehingga kuman MG yang sebenarnya termasuk flora/fauna normal menjadi infektif.
PENCEGAHANNYA :
1. Buatlah dan atau berikan pakan yang tidak menyebabkan kotoran becek atau basah. Kalau pakai konsentrat buatan pabrik yang menyebabkan kotoran ayamnya tidak bisa kering, diganti saja pakai merk lain yang kotoran ayamnya bisa kering. Apa pun alasannya, kotoran becek, basah atau mencret adalah tidak sehat. Titik. Tidak ada tawar menawar;
2. Kontrol bahan baku jagung dan katul jangan sampai kadar toksinnya melebihi batas supaya kotoran ayam tidak mencret akibat Necrotic Enteritis;
3. Di dalam campuran pakan bisa ditambahkan A.G.P (Antibiotic Growth Promotor) yang bisa mencegah timbulnya infeksi C.R.D.
4. Bisa juga pakai probiotika yang khusus untuk unggas yang mampu menekan dan menghilangkan amonia di kotoran sehingga hasilnya kotorannya kering, tidak ada bau, bebas amonia, warna kerabang skor-nya tinggi. Dan, bisa tanpa A.G.P bagi yang full self mixing. Hemat biaya pakan.